assalamualaikum saudaraku semua.,., di era globalisasi di zaman sekarang informasi teknologi makin pesat, sam,pe tetang ane aja sunatan udah di belikan tablet haha langsung saja sob di bawah ini saya punya contoh makalah tentang “DAMPAK
GLOBALISASI TERHADAP MASYARAKAT INDONESIA” semoga bermanfaat yah.,. :) :) :)
MAKALAH
“DAMPAK
GLOBALISASI TERHADAP MASYARAKAT INDONESIA”
Guna
Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Guru
Pembimbing :
Suhena
S.Pd.
Disusun Oleh : Kelompok II
Ketua : Mira sumirah
Anggota :
1.
Evi rositi
2.
Ismaya wati
3.
Rico sugiarto
4.
Heru dede mulyadi
5.
A lif fadilah
SEKOLAH
MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 LIGUNG
KATA
PENGANTAR
Segala
puji dan syukur kami panjatkan kekhadirat Allah SWT, Tuhan yang telah
memberikan beragam nikmat-Nya kepada kita semua sehingga Alhamdulillah kami
diberikan kelancaran dalam membuat makalah ini. Salawat dan salam semoga
selamanya tercurah dan terlimpah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para
sahabatnya serta seluruh umatnya termasuk kita yang akan melanjutkan perjuangan
dakwahnya semoga kita akan mendapatkan safa’atnya nanti diakhirat, amin.
Saya
mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada seluruh pihak yang
telah mendukung terselesaikanya makalah ini.
Saya
menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, karena saya pun masih
dalam tahap belajar. Oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini di kemudian hari. Semoga
Makalah ini memberikan manfaat yang besar bagi kita semua. Amin.
Ligung, April 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR .................................................................................... i
DAFTAR ISI
.................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang ................................................................................... 1
1.2
Rumusan Masalah ............................................................................... 2
1.3
Tujuan ................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengaruh Globalisasi terhadap Nasionalisme Bangsa Indonesia......... 3
2.2
Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai
Nasionalisme di Kalangan
Generasi Muda..................................................................................... 7
2.3 Cara Menyikapi Dampak Negatif Globalisasi..................................... 8
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.......................................................................................... 10
3.2 Saran.................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masyarakat Indonesia, dalam era globalisasi ini tidak
dapat menghindar dari arus derasnya kompleksitas perubahan (Inovasi) sebagai
akibat canggihnya teknologi informasi, telekomunikasi , tatanan ekonomi dunia
yang mengarah pada pasar bebas,serta tingkat efisiensi dan kompetitif yang
tinggi di berbagai bidang kehidupan. Suka atau tidak suka, mau atau tidak, bangsa Indonesia harus mengikutinya jika tidak akan
ketinggalan dan mungkin disebut Negara “primitif” atau “kuno”.
Globalisasi tentunya membawa dampak
bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Dampak globalisasi tersebut
meliputi dampak positif dan negatif diberbagai bidang kehidupan sosial,
politik, ekonomi, dan budaya yang akan berpengaruh pada semangat
mewujudkan nilai-nilai nasionalisme bangsa.
Semangat nasionalisme merupakan
salah satu modal utama yang harus dimiliki bangsa Indonesia dalam menghadapi
ancaman-ancaman ketahanan nasional terutama globalisasi. Disadari atau tidak,
nasionalisme bangsa memberikan pengaruh yang besar bagi kemajauan suatu bangsa
tersebut.
Globalisasi
adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan
ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui
perdagangan, investasi, perjalanan, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga
batas-batas negara menjadi bias. Kata “globalisasi” diambil dari kata global,
yang maknanya universal. Globalisasi sebagai suatu proses sosial, atau proses
sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di
dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau
kesatuan dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya
masyarakat.
·
Pikiran dalam Globalisasi
o
Unsur globalisasi yang sulit
diterima masyarakat:
- Teknologi yang rumit dan mahal.
- Unsur budaya luar yang bersifat
ideologi dan religi.
- Unsur budaya yang sukar
disesuaikan dengan kondisi masyarakat.
o
Unsur globalisasi yang mudah
diterima masyarakat:
- Unsur yang mudah disesuaikan
dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.
- Teknologi tepat guna, teknologi
yang langsung dapat diterima oleh masyarakat.
- Pendidikan formal di sekolah.
1.2 Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai
berikut :
- Bagaimana pengaruh dari globalisasi terhadap
nasionalisme Bangsa Indonesia?
- Bagaimana cara menyikapi dampak globalisasi
terhadap nasionalisme ?
1.3 Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :
- Untuk mengetahui pengaruh dari globalisasi
terhadap nasionalisme Bangsa Indonesia.
- Untuk mengetahui cara menyikapi dampak
globalisasi terhadap nasionalisme.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengaruh Globalisasi terhadap Nasionalisme Bangsa Indonesia
Salah satu faktor kuat yang terus
mengikis nasionalisme bangsa Indonesia adalah globalisasi. Globalisasi adalah
suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.
Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan,
kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada
suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa
di seluruh dunia. (Edison A. Jamli dkk. Kewarganegaraan. 2005).
Globalisasi berlangsung di semua
bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya,
pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi
memberikan peran yang sangat penting bagi berlangsungnya proses globalisasi.
Kehadiran globalisasi tentunya
membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Globalisasi
mempunyai pengaruh yang positif dan juga pengaruh negatif, dimana
pengaruh-pengaruh tersebut tidak secara langsung berpengaruh terhadap
nasionalisme. Namun secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme
terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi mampu membuka pandangan
masyarakat secara global.
Dampak Positif Globalisasi Terhadap
Nasionalisme
1. Dilihat dari globalisasi politik,
pemerintahan
dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian
dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis
tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif
tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat
2. Dari aspek globalisasi ekonomi,
terbukanya
pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa
negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa
yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
3. Dari globalisasi sosial budaya
kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos
kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk
meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan
mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.
4. Bagi generasi muda gereja,
globalisasi
telah menyejarah. Meskipun, tampaknya, globalisasi adalah proses sengaja untuk
penguasaan ekonomi dan politik oleh negara-negara kapitalis. Kaum muda gereja
yang sementara berada ada dalam realitas sejarah itu, adalah orang-orang muda,
yang sementara berada dalam dunianya yang dinamis, kreatif, inovatif, suka
tantangan dan hal-hal yang baru. Meski secara psikologis kaum muda gereja
mencirikan itu, namun, identitas yang mestinya menjadi spiritnya adalah
nilai-nilai kekristenan.
Kaum muda Kristen, idealnya adalah orang-orang muda yang
dengan komitmen penuh, tapi kreatif dan inovatif ikut ambil bagian menjadi
media atau agen untuk menjalankan misi Allah (Missio Dei), yaitu menghadirkan
tanda-tanda kerajaan Allah di muka bumi ini. Apa
tanda-tanda kerajaan Allah itu? Dalam refleksi iman, tanda-tanda kerajaan Allah
itu berupa keadilan, kebenaran dan panggilan kemanusiaan. Itulah yang kita
sebut-sebut dengan ’syalom”, damai sejahtera untuk sekalian alam ini.
Dampak Negatif Globalisasi Terhadap Nasionalisme
a)
Globalisasi dapat memberikan pandangan pada masyarakat
bahwa liberalisme dapat membawa perubahan yang baik pada mereka. Sehingga tidak
menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi
liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan
hilang.
b)
Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta
terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc
Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya
rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa
nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
c)
Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa
akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya yang
cenderung meniru budaya barat.
d)
Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam
antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi
ekonomi. Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada
beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan
memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan.
Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang
dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.
e)
Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan
ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Masyarakat merasa dimudahkan dengan
teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam
beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial. Dengan
adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan berbangsa
dan bernegara.
1.
Globalisasi mampu meyakinkan
masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran.
Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila
ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa
nasionalisme bangsa
akan hilang
2.
Dari globalisasi aspek ekonomi,
hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya
produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.)
membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam
negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita
terhadap bangsa Indonesia.
3.
Mayarakat kita khususnya anak muda
banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena
gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia
dianggap sebagai kiblat.
4.
Mengakibatkan adanya kesenjangan
sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan
bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan
pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan
nasional bangsa.
5.
Munculnya sikap individualisme yang
menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya
individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
6.
Gereja pun
muda dikomersialisasi. Hal ini
tentu memberi dampak pada kehidupan keagamaan atau religiusitas. Gereja yang
merupakan perkumpulan orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, mau atau
tidak mau, sadar atau tidak sadar ada dalam pengaruh globalisasi yang
menyebarkan ide-ide dan gagasan-gagasan itu. Tapi, globalisasi sesuatu
kenyataan yang tidak mungkin kita tolak. Masyarakat penghuni bumi sudah
terlanjur diintegrasikan oleh kuasa politik , ekonomi yang menaklukan itu.
Makanya, jika kaum muda diam, maka peradaban dan kehidupan keagamaan kita akan
tergilas oleh arus kuasa itu. Melawan globalisasi mungkin tidak efektif
langsung menerjang kuasa-kuasa itu. Barangkali kita perlu membuat ”arus
balik”, yaitu mengglobal dari lokus kita atau menunggangi globalisasi untuk survive
menggapai masa depan.
Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung
berpengaruh terhadap nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat
menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang.
Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang di
luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk
diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila
dipenuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak
aspiratif.
Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai
Nasionalisme Dikalangan Generasi Muda
Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan
muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh
globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian
diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang
muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.
Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang
berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan
pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak
kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan
kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna.
Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi
identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan
mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
Teknologi internet merupakan
teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa
saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari-
hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang
berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini,
banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk
membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib
mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada
karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.
Dilihat dari sikap, banyak anak muda
yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa
peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan
keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya
geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu
ketentraman dan kenyamanan masyarakat.
Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa
jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul
tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme
akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan
rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa
depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa
nasionalisme?
Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh
negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu
diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap
nilai nasionalisme.
Berapa
indikator pengaruh negatif maupun positif globalisasi yang melanda bangsa dan
negara indonesia antara lain dapat dilihat pada matrik berikut ini :
Indikator
Perubahan/Dampak Globalisasi
1. Politik
Penyebaran
nilai-nilai politik barat baik secara langsung atau tidak langsung dalam bentuk
unjuk rasa, demonstrasi yang semakin berani dan terkadang ”mengabaikan kepentingan
umum” dengan cara membuat kerusuhan dan tindakan anarkis.Semakin lunturnya
nilai-nilai politik yang berdasarkan semangat kekeluargaan, masyarakat mufakat
dan gotong royong.Semakin menguatnya nilai-nilai politik berdasarkan semangat
individual, kelompok, oposisi, diktator mayoritas atau tirani minoritas.
2. Ekonomi
Berlakunya
the survival of the
fittest sehingga siapa yang memiliki modal
yang besar akan semakin kuat dan yang lemah tersingkir. Pemerintah hanya
sebagai regulasi dalam pengaturan ekonomi yang mekanismenya akan ditentukan
oleh pasar.Sektor-sektor ekonomi rakyat yang diberikan subsidi semakin
berkurang, koperasi semakin sulit berkembang, dan penyerapan tenaga kerja
dengan pola padat karya sudah semakin ditinggalkan.
3. Sosial dan Budaya
Mudahnya
nilai-nilai barat yang masuk baik milalui internet, antene parabola, media
televisi, maupun media cetak yang kadang-kadang ditiru habis-habisan.Semakin
lunturnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan
sosial sehingga dalam keadaan tertentu hanya ditangani oleh segelintir
orang.Semakin memudarnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara karena dianggap tidak ada hubungannya (sekularisme).
4. Ledakan Informasi
Kemajuan
iptek dan arus komunikasi global yang makin canggih, cepat, dan berkapasitas
tinggi.Laju pertumbuhan dan akumulasi pengetahuan serta informasi meningkat
sangat cepat secara tajam (eksponensial)
5. Hukum, Pertahanan dan Keamanan
Semakin
menguatnya supremasi hukum, demokratisasi, dan tuntutan terhadap
dilaksanakannya hak-hak asasi manusia.Menguatnya regulasi hukum dan pembuatan
peraturan perundang-undangan yang memihak dan bermanfaat untuk kepentingan
rakyat.Semakin menguatnya tuntutan terhadap tugas-tugas penegak hukum (polisi,
jaksa, dan hakim) yang lebih profesional, transparan dan akuntabel.
6. Bagi generasi muda gereja
Hari
ini, bicara ”globalisasi’ bukan lagi sesuatu yang elitis. Manusia dari ujung
Nunukan/bahkan di pedalaman Seram sampai di
kota besar New York, atau dari ruangan ini sampai di Sturbucks Coffe di
Jakarta, tanpa menyebut kata itu, kita sudah menjadi bagian dari globalisasi,
baik sebagai korban atau telah ikut berpartisipasi di dalamnya. Dari kaum muda
yang hobi seni sampai yang memusatkan perhatiannya pada panggilan iman, seperti
saudara-saudari ini, kita semua ada dalam globalisasi itu.
kita
mendapat pengetahuan dan wawasan apa dan bagaimana ”globalisasi” itu, yang
dengannya kita tahu tantangan dan mengerti peluangnnya. Kedua,
”globalisasi” adalah konteks di mana kita, kaum muda gereja, mengimplementasikan
panggilan bergereja. Sehingga, rumusan pemikiran teologis dan aksi bergereja
kita dapat menyentuh konteks.
2.2 Pengaruh
Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme di Kalangan Generasi Muda
Arus
globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda.
Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi
tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri
sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul
dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.
Dari
cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis
yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan
yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara
berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak
ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih
suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak
remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan
sesuai dengan kepribadian bangsa.
Teknologi
internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat
diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi
santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita
memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat
kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak
semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja,
ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat
menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan
handphone.
Dilihat
dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan
cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi
menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati
mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan
kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.
Jika
pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut?
Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda.
Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa
cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat.
Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika
penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme?
Berdasarkan
analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada
pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi
pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme.
2.3 Cara
Menyikapi Dampak Negatif Globalisasi
Pada masa sekarang ini satu hal yang
perlu dibenahi oleh bangsa Indonesia adalah mentalitas warga masyarakatnya.
Sikap mental yang kuat dan konsisten serta mampu mengeksplorasi diri adalah
salah satu bentuk konkrit yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada saat ini.
Saat ini memang bangsa Indonesia sedang mengalami masa-masa keterpurukanya
dalam dunia internasional.
Krisis multidimensi yang di barengi dengan krisis
ekonomi yang berkepanjanganlah yang menyebabkan kegoncangan dan keterpurukan
mental Indonesia. Bangsa Indonesia yang pada masa dahulu terkenal dengan
kebudayaan yang begitu eksklusif dan memukau serta penduduk yang ramah-tamah di
dukung juga oleh kondisi geografis yang sangat strategis dan dikaruniai tanah
yang subur, sekarang justru berubah180 drajat. Hal ini tidak lepas dari
mentalitas warga pendukung yang sangat lemah.
Globalisasi merupakan suatu proses yang tak
terelakkan. Kita tidak mungkin mengabaikan serta menghentikan proses
globalisasi. Agar dampak globalisasi tidak merusak kehidupan masyarakat maka
kita harus mengetahui sisi positifnya, sehingga kita dapat memanfaatkannya
dalam kehidupan sehari-hari.
Dampak negatif globalisasi globalisasi dapat
mempengaruhi tingkah laku kita dalam kehidupan sehari – hari. Untuk itu kita
harus dapat menentukan sikap dalam menghadapi globalisasi , khususnya dari
pengaruh negatif.
Beberapa contoh sikap untuk
menghadapi dampak negatif dari globalisasi misalnya :
- Menanamkan
dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya terutama
dengan memperkuat keimanan kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Menanamkan
dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
- Belajar
tekun agar menjadi manusia yang berguna dan dapat membedakan perilaku yang
benar dan salah.
- Memperkuat
rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
- Menumbuhkan
semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam
negeri.
- Mempertimbangkan
setiap perbuatan agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
- Menggunakan
waktu dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.
- Bergaul
dengan orang-orang yang berakhlak baik dan tidak terpengaruh terhadap
lingkungan dan pergaulan buruk.
- Mewujudkan
supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar-
benarnya dan seadil- adilnya.
- Selektif
terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial
budaya bangsa.
Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut
diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai
nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian
bangsa.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Globalisasi berasal dari kata global yang
artinya universal. Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang
mendunia dan tidak mengenal batas wilayah Ada sebagain yang berpendapat bahwa
globalisasi merupakan proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah
yang akan membawa seluruh bangsa dan negara berada dalam ikatan yang semakin
kuat untuk mewujudkan sebuah tatanan kehidupan baru.
Kehadiran globalisasi tentunya membawa
pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Globalisasi mempunyai
pengaruh yang positif dan juga pengaruh negatif. Pengaruh-pengaruh tersebut
tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Namun secara
keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi
berkurang atau bahkan hilang.
Dampak positif adanya globalisasi adalah
Adanya globalisasimenyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang
semula irasional menjadi rasional; berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
yang membuat masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong
untuk berpikir lebih maju; serta tingkat kehidupan yang lebih baik dan
meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Sedangkan dampak negatif dari adanya globalisasi diantaranya
: Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat
membawa kemajuan dan kemakmuran; hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam
negeri karena banyaknya produk luar negeri; mayarakat lupa akan identitas diri
sebagai bangsa Indonesia karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat;
sikap individualistik yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama
warga; serta kesenjangan sosial.
Cara menyikapi dampak globalisasi
terhadap nasionalisme adalah kita perlu memahami pentingnya nasionalisme untuk
menjaga integritas kita sebagai bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia perlu
membenahi mentalitas warga masyarakatnya.Sikap mental yang kuat dan konsisten
adalah salah satu bentuk konkrit yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada
saat ini. Bangsa Indonesia harus bangkit kembali dengan semangat nasionalisme
yang lebih besar lagi untuk menghadapi globalisasi. Kita juga perlu menanamkan
dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya; memperkuat rasa
persatuan dan kesatuan bangsa; selektif terhadap pengaruh globalisasi di segala
bidang.
3.2 Saran
Globalisasi memang tidak bisa dihindari. Jika kita
menghindari justru akan menjadi manusia yang primitif lagi. Tetapi sebaiknya
selektif terhadap pengaruh globalisasi. Dapat membedakan mana yang memberikan
pengaruh baik dan mana yang memberikan pengaruh buruk bagi kita. Kita harus
membekali diri dengan kepribadian yang kuat agar tidak mudah begitu saja
terpengaruh dengan dampak negatif globalisasi. Menanamkan dan mengamalkan nilai-
nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya terutama dengan memperkuat keimanan kita
terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah cara terbaik untuk tidak mudah terpengaruh
dari arus globalisasi.
DAFTAR PUSTAKA
Dahlan, Saroji dan Asy’ari.2006.Pendidikan
Kewarganegaraan.Jakarta : Erlangga.
http://afand.abatasa.com/post/detail/2761/dampak-positif-dan-dampak-negatif–globalisasi-dan-modernisasi
http://hankam.kompasiana.com/2010/09/24/nasionalisme-bangsa-vs-globalisasi/
http://khukus.multiply.com/journal/item/28/NASIONALISME
http://www.gusbud.web.id/2010/01/dampak-globalisasi-ekonomi-dan-pengaruh.html
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=7124Jamli,Edisondkk.Kewarganegaraan.2005.Jakarta:
Bumi Akasara
Kohn, Hans.1984. Nasionalisme Arti dan Sejarahnya.Jakarta:
Penerbit Erlangga.
Sunarso, dkk.2008.Pendidikan Kewarganegaraan.Yogyakarta
: UNY Press.